Senin, 30 Mei 2011

J-Rocks

J-Rocks adalah band dari Jakarta yang berdiri pada 9 November 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bass), dan Anton (drum). Aliran band ini adalah Japanese pop/rock.
Awalnya band ini bernama J-Rockstars. Penambahan huruf "J" di depan kata Rockstar adalah dengan alasan J bisa berarti Jepang (karena mereka memainkan Japanese pop/rock music), Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, serta 'Jujur' yaitu memainkan musik yang benar-bener mereka sukai. Nama J-Rockstars akhirnya disingkat menjadi J-Rocks, dan nama J-Rockstars menjadi istilah untuk penggemar J-Rocks (biasa disingkat JRS). Sejak tahun 2008, J-Rocks mulai mengenakam kostum batik dengan desain modern namum tetap dengan dandanan ala Harajuku, dan mempromosikan batik kepada kawula muda.

Sejarah J-Rocks

Awal Karier


J-Rocks
Awal 2004, J-Rocks menjuarai festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Masing-masing personil meraih best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Serba Salah" dan "Into The Silent".
Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua Spirit, J-Rocks memainkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock'n Roll (Juwita Hati), Waltz / Victorian (Tersesal), Symphonic Metal (Aku Harus Bisa), blues, klasik, dan lain sebagainya.
Pada lagu berjudul "Kau Curi Lagi" mereka berkolaborasi gitaris wanita, Prisa Rianzi dan pada lagu "Juwita Hati" mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang, Sato & Boppy berperan sebagai fans yang mengejar idolanya sampai ke Jepang . Tidak tanggung-tanggung, beberapa kawasan di Jepang termasuk Shibuya & Harajuku dijadikan lokasi syuting Video Clip. Konsep yang menarik membuat Video Klip ini populer di Indonesia.

Rekaman di Studio Legendaris Abbey Road


J-Rocks di Abbey Road Studio
J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, di Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di studio Abbey Road mereka ditangani oleh Chris Butler, seorang sound engineer ternama.
Proses rekaman untuk ketiga lagu J-Rocks hanya membutuhkan waktu selama dua hari. Di hari ke-3, Christ melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu. Sambil menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk lagu Falling in Love dan berfoto di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batik yang sudah mereka persiapkan dari Jakarta. Hasilnya J-Rocks merilis album ke-3, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey", dengan cover bergambar J-Rocks menyebrangi zebracross Abbey Road ala The Beatles. Berisi 4 lagu dan 1 instrumental.
Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena memenangkan ajang "A Mild Live Soundrenaline 2008". J-Rocks terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema "Free Your Voice" dan berhasil membawa topik "Save Our Music and Culture". Rekaman di Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang go internasional.
Abbey Road Studios didirikan pada November 1931 oleh EMI di "London". Sejumlah musisi tersohor pernah merekam lagu mereka di studio itu, seperti The Beatles, Green Day, Muse, Oasis, Radiohead, Red Hot Chili Peppers, U2 bahkan Michael Jackson.

SMK Negeri 36 Jakarta

SMK Negeri 36 Jakarta merupakan sebuah sekolah menengah kejuruan unggulan di Indonesia khususnya di DKI Jakarta dalam bidang Kelautan/Pelayaran. Sekolah ini juga dikenal sebagai sekolah dengan disiplin yang tinggi karena menerapkan disiplin ala semi militer. SMK ini terletak di Jalan Baru Kosambi III, Cilincing, Jakarta Utara, Indonesia. SMKN 36 Jakarta biasa juga disebut dengan "KYU". Disebut "KYU" karena dahulu SMK Negeri 36 Jakarta bernama STM Negeri 9 yang diambil dalam bahasa Jepang. Dan hingga saat ini masih dikenal dengan "KYU" karena 3+6=9.

Program Keahlian

  • Agribisnis Perikanan (AP)
  • Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI)
  • Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI)
  • Teknik Kendaraan Ringan (TKR)
  • Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
  • Teknik Pemesinan (TP)
  • Teknik Alat Berat (TAB)

 Sarana dan Prasarana

  • Masjid Al-Istiqomah SMKN 36
  • Moving Class
  • Ruang Auditorium (Aula)
  • Ruang Kepala Sekolah
  • Ruang Komite Sekolah
  • Ruang Kesiswaan
  • Ruang Guru
  • Ruang Staff
  • Ruang Meeting
  • Ruang Diskusi/Gambar
  • Ruang OSIS
  • Ruang Tata Usaha (TU)
  • Ruang Bimbingan Konseling (BK)
  • Ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
  • Ruang Fitness
  • Ruang Musik/Band
  • Laboratorium Komputer (KKPI)
  • Perpustakaan dengan 4 unit komputer
  • Lapangan Utama
  • Lapangan Futsal
  • Kantin Sekolah
  • Koperasi Sekolah
  • Pos Satpam
  • Area Parkir
  • WC Kepsek, Guru, dan Siswa-siswi
  • Free Hotspot Area
  • Laboratorium Komputer dan Jaringan (TKJ)
  • Ruang Perakitan Komputer/PC
  • Bengkel Otomotif, Alat Berat, dan Permesinan
  • Garasi
  • Ruang Navigasi (NKPI)
  • Laboratorium Budidaya Perikanan
  • Laboratorium Pengolahan Ikan
  • Ruang Foto Copy
  • 1 unit komputer (outdoor)
  • Telepon Umum
  • Gudang Taiko
  • Anjungan Navigasi
  • Alat-alat Olahraga
  • LCD Proyektor

Ekstrakurikuler

Firman Utina Sarankan Semua Pihak "Duduk Bersama"

Komite Normalisasi dinilai kapten timnas Indonesia memiliki kemampuan menyelesaikan kisruh...

Laporan Muhammad Alfhat dari Palembang

22 Mei 2011 22:15:00

Firman Utina, Indonesia (Getty Images)
Kisruh yang melanda PSSI membuat Kapten Timnas Indonesia Firman Utina angkat bicara. Dijumpai dalam acara doa bersama jelang laga melawan Chonburi FC pada ajang AFC Cup, di Palembang, Minggu, Gelandang Sriwijaya FC ini, menitipkan pesan kepada berbagai pihak yang bertikai untuk dapat "duduk bersama" dalam memecahkan permasalahan yang terjadi.

"Sebaiknya mereka yang bertikai dapat duduk bersama dan berpikir dengan kepala dingin demi kepentingan yang lebih besar. Jangan seperti kongres kemarin, semua ingin bicara dan tidak tahu lagi mana yang harus didengar," ujar Firman.

Menurut dia, Komite Normalisasi (KN) memiliki kemampuan untuk menyelesaikan kisruh dalam PSSI, terlebih telah mendapat mandat dari FIFA.

"Dalam KN banyak orang-orang pintar yang lebih paham dan memiliki kemampuan. Sebaiknya, percayakan saja kepada KN untuk menyelesaikannya. Sementara, pihak-pihak lain sudah seharusnya memberikan dukungan kepada KN," ujar dia.

"Karena, siapapun yang nantinya terpilih menjadi ketua sudah selayaknya mendapat dukungan semua pihak. Yang terpenting  memiliki tekad kuat untuk memajukan sepak bola Indonesia," tambah dia.

Firman pun mengharapkan, keadaan ini tidak mempengaruhi para pesepakbola di Indonesia, terutama para pemain usia muda.

"Kita harus optimis menatap masa depan. Biar bagaimanapun yang terpenting dalam sepak bola adalah pemain. Artinya, kita harus menjadi pemimpin disini," ujar dia.

PSSI terancam terkena sanksi FIFA untuk tidak dapat menggikuti dan menggelar pertandingan internasional pasca gagalnya kongres di Jakarta, Jumat (25/5).

"Siapapun tentunya mengharapkan sanksi FIFA tidak diberikan kepada PSSI. Semoga saja dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, KN dapat menyelesaikan permasalahan ini," kata pemain asal Manado ini.

Kapten Timnas: Ayo Selamatkan Sepakbola Indonesia

INILAH.COM, Palembang - Kapten Tim Nasional Indonesia Firman Utina berharap kisruh yang melanda Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) segera berakhir agar kelangsungan persepakbolaan nasional dapat terus dipertahankan.
"Kondisi seperti ini sangat tidak baik untuk persepakbolaan kita. Sebaiknya segera diselesaikan. Siapa pun yang nanti akan terpilih menjadi ketua PSSI akan kami dukung. Yang penting, memiliki keinginan kuat untuk memajukan sepakbola Indonesia," kata Firman, di Palembang, Senin (23/5/2011).
Menurut Firman, pihak yang berwenang menyelesaikan permasalahan itu adalah Komite Normalisasi (KN) yang merupakan bentukan Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA).
"Dalam Komite Normalisasi banyak orang-orang yang lebih pintar dan lebih tahu dibandingkan kami. Kami percayakan semuanya kepada mereka untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi ini," ujar gelandang Sriwijaya Football Club (SFC) itu.
Dia menilai kacau balaunya kongres PSSI di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2011), itu akibat para pesertanya lebih mendahulukan kepentingan kelompok mereka sendiri.
"Sebaiknya semua pihak yang berkepentingan dapat duduk bersama. Permasalahan ini dapat dipecahkan dengan kepala dingin dan tidak secara emosi seperti saat kongres berlangsung," kata mantan pemain Persija Jakarta itu.
Ia berharap, kejadian pada Kongres PSSI tidak mempengaruhi mental para pesepakbola di Indonesia umumnya.
"Mudah-mudahan pemain sepak bola di seluruh Indonesia dapat tetap semangat mengapai cita-cita, dan tidak terpengaruh oleh permasalahan yang terjadi di tubuh PSSI ini. Biar bagaimana pun yang berperan penting dalam sepak bola adalah pemain," ujar dia lagi.
Kongres PSSI tersebut terpaksa dihentikan oleh ketua KN yang juga pemimpin kongres Agum Gumelar karena suasana sudah kacau balau akibat sekelompok besar peserta memaksakan kehendak mereka sendiri tanpa mematuhi kebijakan yang digariskan FIFA. Padahal FIFA sebagai induk organisasi sekaligus otoritas sepakbola sedunia jelas menggariskan kongres punya yang masuk kategori luar biasa itu punya agenda tunggal, yakni pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota Komite Eksekutif PSSI 2011-2015.

Kena Sanksi FIFA, Regenerasi Pemain Terancam

JAKARTA – Persepakbolaan Indonesia akan mendapat banyak kerugian jika sampai terkena sanksi dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Kerugian paling besar, regenerasi bisa terganggu karena motivasi pemain muda akan jatuh. Kapten tim nasional (timnas) senior Indonesia Firman Utina menyatakan dampak sanksi akan lebih terasa bagi pemain muda.“Kasihan pada proses regenerasi yang saat ini tengah berkembang dengan baik. Cita-cita tinggi mereka mungkin lebih tinggi dari sekadar bermain untuk timnas Indonesia.

Karena dengan usia yang masih muda,mereka bisa memiliki cita-cita besar bermain di liga-liga internasional,” ungkap Firman kepada SINDO, kemarin. Ancaman sanksi FIFA muncul setelah Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/5),berakhir deadlock. Firman menyesalkan sekelompok pihak yang hanya mementingkan ego tanpa memikirkan dampak lanjutannya.“Saya sangat sedih kok bisa berakhir seperti itu. Mereka sepertinya hanya mementingkan ego masing- masing.Semuamasyarakat, termasuk kami para pemain, pasti sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi,” tutur Firman.

Kerugian yang paling besar,ujar Firman,tentu adalah kesempatan bagi timnas Indonesia berlaga dalam ajang internasional. Ajang paling dekat bagi timnas senior adalah tampil pada kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Turkmenistan pada Juli mendatang.Pada laga pertama akan digelar di Ashgabat, 23 Juli, sementara leg kedua digelar di Jakarta pada 28 Juli.Jika sampai Indonesia terkena sanksi FIFA dan berlaku sampai Juli,pupus sudah asa untuk tampil di Piala Dunia 2014.

Sementara itu, timnas U-23 juga akan gagal tampil pada ajang SEA Games di Jakarta dan Palembang. Ironisnya, pada ajang ini Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. “Semua program rencananya akan kami proses ulang dan terus melakukan proses komunikasi dengan manajer tim.” ”Semua rencana uji coba dengan klub-klub yang saya inginkan, sepertinya juga akan diproses lebih lanjut.

Apakah akan diteruskan atau diberhentikan,” ujar Rahmad Darmawan, pelatih timnas U-23,kepada SINDO. Sriwijaya FC(SFC) danPersipura Jayapura, dua klub yang berlaga di babak perdelapan besar Piala AFC, juga mengungkapkan kekecewaan mereka dengan ancaman sanksi dari FIFA. “Sebagai orang yang hidup dari sepak bola jelas saya kecewa sekali,apalagi ada ancaman dari FIFA mengenai skorsing buat PSSI,”ungkap pelatih Persipura Jacksen F Tiago.

Firman Utina Pentingkan Kelangsungan Karir

Firman sedih tidak bisa memperkuat Sriwijaya FC hingga akhir musim.

Laporan Muhammad Alfhat dari Palembang

21 Mei 2011 06:32:00

Rasa sedih menimpa Firman Utina karena dipastikan ia tidak dapat memperkuat Sriwijaya FC hingga akhir musim.

Penyakit hepatitis yang mendera pada pertengahan April lalu, memaksanya untuk beristirahat total selama tiga bulan atau hingga akhir Juli 2011. Sementara, kompetisi liga domestik diperkirakan akan berakhir pada Juni nanti.

Firman diwanti-wanti oleh tim dokter untuk konsentrasi dengan proses penyembuhan karena menyangkut kelangsungan karir sebagai pesepakbola.

"Saya sedih sekali karena tidak dapat memperkuat SFC hingga akhir musim. Apalagi, saat ini SFC berhasil menembus babak 16 besar Piala AFC. Saya diberitahu agar jangan coba-coba untuk melanggar larangan dokter, karena jika sampai organ hati kembali membengkak maka bisa berakibat fatal bagi karir sebagai pesepakbola," ujar pemain asal Manado ini.

Meskipun tidak dapat memperkuat tim, tapi Firman tetap memberikan dukungan moral kepada rekan-rekannya yang akan berlaga menghadapi Chonburi FC di Thailand, 25 Mei nanti.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=505008?area=2l&pos=2&ord=505008"></script>

"Semoga teman-teman bisa bermain baik dan tampil penuh percaya diri menghadapi Chonburi meskipun tampil di kandang mereka," ujar dia.

Firman sempat absen memperkuat Sriwijaya FC karena mendapatkan cedera lutut saat membela Timnas pada ajang Piala AFF, akhir Desember 2011.

Setelah absen merumput kurang lebih selama tiga bulan, Firman akhirnya pulih pada pertengahan April, sehingga diturunkan kembali oleh pelatih Ivan Kolev.

Namun, karena terlalu memporsir tenaga untuk berlatih, akhirnya Firman terkena sakit hepatitis.
  
"Saya tidak boleh melakukan aktivitas apapun yang melelahkan, bahkan jogging tidak diizinkan. Untuk mengatasi bosan, biasanya saya jalan santai saja keliling komplek dekat rumah di Bekasi, Jakarta," ujar mantan pemain Persija ini

Firman Absen hingga Akhir Musim

PALEMBANG – Harapan pendukung Sriwijaya FC (SFC) segera menyaksikan lagi aksi Firman Utina tampaknya mengecil.Sebab,playmakerelegan milik klub berjuluk Laskar Wong Kito ini diharuskan beristirahat selama tiga bulan.


Jadi,hingga dua bulan ke depan, mantan pemain Persija Jakarta tersebut masih harus menjalani masa pemulihan. Firman sebelumnya harus melakoni jeda selama satu bulan sejak 18 April lalu. Sementara itu,sesuai jadwal Indonesia Super League (ISL) musim ini,kompetisi akan berakhir Juni mendatang.Dengan kondisi seperti ini,maka kemungkinan besar kreator serangan Laskar Wong Kito ini bakal absen hingga akhir musim. Mengetahui situasi tersebut,Firman sangat sedih dengan kenyataan yang menimpanya.Sebab,ayah dua anak ini sebenarnya ingin bisa kembali bermain dan membela SFC di sisa laga ISL.

Selain itu, Firman ingin merasakan atmosfer Piala AFC 2011 bersama SFC,terlebih kini klubnya menembus 16 besar. ”Sebenarnya kalau menurut perintah dokter,saya belum boleh melakukan aktivitas apa pun yang melelahkan.Sebab, kondisi saya dikhawatirkan akan lebih parah.Tapi,saya merasa bosan di rumah saja,”kata Firman. ’’Untuk saat ini,berhubung belum boleh joging,maka saya lebih memilih jalan santai saja keliling kompleks rumah di Bekasi.Tapi,kegiatan ini tentu tak bisa menutupi keinginan untuk kembali main,” kata pemain terbaik Piala AFF 2010 ini. Setelah cedera lututnya seusai membela timnas Indonesia di Piala AFF 2010 sembuh, Firman diserang penyakit hepatitis B.

Penyakit yang menyerangnya ini membutuhkan istirahat total.Eks pemain Pelita Jaya dan Persita Tangerang ini pun hampir setiap hari diingatkan dokter yang merawatnya untuk selalu jaga kondisi. Firman tak boleh memaksakan diri melakukan kegiatan yang melelahkan. Jika pemain kelahiran 15 Desember 1981 melanggar pantangan itu,risikonya akan membahayakan kariernya di lapangan hijau. ”Saya diberi tahu agar jangan coba-coba untuk melanggar larangan dokter.Jika sampai hati kembali bengkak,akibatnya akan sangat fatal bagi karier saya. Mendengar penjelasan itu,saya jadi kepikiran dan akhirnya mengurungkan niat saya untuk berolahraga,”ungkap pemain asal Manado ini. Kepastian mengenai belum normalnya kondisi Firman dibenarkan oleh Asisten Pelatih SFC Kashartadi.

Menurut pelatih berlisensi A nasional ini,saat liburan kemarin dia sempat mampir dan tinggal sehari di rumah pemain bertinggi 166 cm ini. ’’Kebetulan sebelum ke Palembang saya sempat mampir ke rumah dia (firman).Dari penjelasannya dan dokter yang menangani, sampai saat ini kondisi Firman memang belum pulih 100%,”ungkap Kashartadi. ”Meskipun jika dilihat secara fisik,dia sudah mulai membaik.Firman juga masih dilarang untuk melakukan latihan apa pun dan tetap diminta istirahat total,” tandasnya. ● yopie cipta raharja

Firman Utina Berharap Kisruh PSSI Segera Berakhir

PALEMBANG--MICOM: Kapten Tim Nasional Indonesia, Firman Utina, berharap kisruh yang melanda Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dapat segera berakhir, agar kelangsungan persepakbolaan nasional dapat terus dipertahankan.

"Kondisi seperti ini sangat tidak baik untuk persepakbolaan kita. Sebaiknya segera diselesaikan. Siapa pun yang nanti akan terpilih menjadi ketua PSSI akan kami dukung. Yang penting, memiliki keinginan kuat untuk memajukan sepak bola Indonesia," kata Firman, di Palembang, Senin (23/5).

Menurut Firman, pihak yang berwenang untuk menyelesaikan permasalahan itu adalah Komite Normalisasi (KN) yang merupakan bentukan FIFA.

"Dalam Komite Normalisasi banyak orang-orang yang lebih pintar dan lebih tahu dibandingkan kami. Kami percayakan semuanya kepada mereka untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi ini," ujar gelandang Sriwijaya Football Club (SFC) ini.

Dia menyarankan berbagai pihak yang bertikai untuk "duduk bersama" dalam mencari jalan keluar kisruh PSSI itu, mengingat saat Kongres PSSI, Jumat (20/5) lalu, umumnya mereka lebih mementingkan kepentingan kelompok masing-masing.

"Sebaiknya semua pihak yang berkepentingan dapat duduk bersama. Permasalahan ini dapat dipecahkan dengan kepala dingin dan tidak secara emosi seperti saat kongres berlangsung," kata mantan pemain Persija Jakarta ini pula.

Ia berharap, kejadian pada Kongres PSSI tidak mempengaruhi mental para pesepakbola di Indonesia umumnya.

"Mudah-mudahan pemain sepak bola di seluruh Indonesia dapat tetap semangat mengapai cita-cita, dan tidak terpengaruh oleh permasalahan yang terjadi di tubuh PSSI ini. Biar bagaimana pun yang berperan penting dalam sepak bola adalah pemain," ujar dia lagi.

Kongres PSSI di Jakarta, Jumat (20/5), terpaksa dihentikan oleh ketua KN Agum Gumelar karena berlangsung ricuh dan tidak menghasilkan keputusan apa pun.

Firman sendiri kini tengah didera sakit hepatitis sehingga harus beristirahat lama, dan diperkirakan tidak akan sempat untuk bermain di SFC hingga akhir musim tahun ini.

Maladewa Mundur dari Kontes New 7 Wonders

MALADEWA, negara kepulauan yang terbentang di Samudra Hindia, menyatakan menarik diri dari kontes New7Wonders atau 7 keajaiban dunia terbaru. Penyebabnya diduga karena pihak New7Wonders meminta kepada Maladewa sejumlah besar uang sebagai license fee dan biaya acara launching.

Thoyyib Mohamed, Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya sekaligus Ketua Pemasaran dan Hubungan Masyarakat Korporasi Meledewa (MMPRC), mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi seperti dikutip dari TTG Asia (19/5), "Dengan menyesal, kami menarik diri dari kompetisi ini karena adanya permintaan dana dalam jumlah besar yang tak terduga dari penyelenggara New7Wonders. Kami tak lagi merasa berpartisipasi dalam kompetisi ini penting bagi sektor ekonomi Maladewa."

Sementara itu, Managing Director MMPRC Simon Hawkins mengatakan pihaknya yakin kompetisi tak lebih dari sekadar penipuan untuk mengumpulkan dana. Di pihak lain, New7Wonders mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penarikan oleh Maladewa tidak akan memengaruhi partisipasi negara itu dalam kontes tersebut. Dikatakan, meski Departemen Pariwisata Maladewa tidak lagi berperan sebagai sponsor resmi komite ini untuk Maladewa, telah dibuat proposal untuk meminta penggantinya.

Ini adalah kontroversi kedua yang melibatkan New7Wonders. Sebelumnya, New7Wonders sempat menuduh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia telah menyesatkan opini masyarakat pada awal tahun ini.

Pada saat itu, komodo terancam dihapus dari 28 keajaiban dunia apabila Indonesia tidak menyetor US$10 juta. Itu pun belum termasuk pelaksanaanya sebesar US$35 juta kepada pihak New 7 Wonders. Bahkan, New 7 Wonders mengancam jika tidak dibayarkan dan jika Indonesia tidak bersedia menjadi panitia penyelenggara penganugerahan, Komodo akan dicoret dari bagian 28 keajaiban dunia.

Mahasiswa Buddhis Kampanye Cinta Borobudur

Magelang, CyberNews. Candi Borobudur yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia menjadi daya tarik wisata di Indonesia. Namun demikian besarnya kunjungan wisatawan ternyata belum dibarengi dengan meningkatnya rasa cinta terhadap candi peninggalan Wangsa Syailendra itu.
Hal ini mendorong Mahasiswa Buddhis yang tergabung dalam Pagar Budaya Hikmah Budhi untuk menggelar kampanye damai mencintai Borobudur. Kampanye Cinta Borobudur ini digelar dengan rangkaian perayaan Waisak 2555/2011.
Hikmah Budhi mengerahkan puluhan anggotanya untuk membersihkan Candi Borobudur yang baru saja digunakan Detik-detik Waisak. "Kami ingin masyarakat tidak hanya mengagumi namun juga mencintai Borobudur," kata koordinator aksi Ivana, Rabu (18/5).
Ditegaskan, bahwa Candi Borobudur merupakan warisan budaya dunia yang harus dijaga kelestariannya agar anak cucu kelak masih bisa mengaguminya. Melindungi Candi Borobudur ini tidak hanya tugas umat Buddha dan pemerintah namun juga masyarakat dan wisatawan.
Menurut Ivana, pihaknya juga telah membagi-bagikan ribuan brosur dan memasang beberapa spanduk tentang kampanye selamatkan borobudur di sejumlah titik di sepanjang jalan dari Candi Mendut hingga Candi Borobudur.
Lewat kampanye Cinta Borobudur ini, kata dia, Hikmah Budhi ingin menggugah warga, khususnya umat Budha, untuk mencintai dan merawat Candi Borobudur dengan baik. Bentuk rasa cinta ini adalah membersihkan lingkungan candi dan tidak memanjat stupa karena dapat merusak candi yang dibangun abad ke-VIII itu.
Ivana mengatakan, pihaknya akan terus melakukan kampanye untuk menyelamatkan Candi Borobudur. "Setelah perayaan Waisak biasanya sampah menumpuk di sekitar candi. Kami akan bersama-sama membersihkan Candi Agung dari sampah," tambah Ivana.

Taman Nasional Komodo Berpeluang Jadi Keajaiban Dunia Baru

Metrotvnews.com, Manggarai Barat: Taman Nasional Komodo menempati ranking ke tujuh nominasi tempat keajaiban dunia yang baru hingga Jumat (13/5). Taman di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Barat, itu bersaing ketat dengan Hutan Amazon yang berada di Amerika Serikat.

Posisi Taman Nasional Komodo aman meski Yayasan New Seven Wonder sempat mengancam akan mengeliminasi pencalonan kawasan tersebut. Namun, ancaman itu tak memupuskan peluang Taman Nasional Komodo untuk menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia yang baru.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sustyo Iriyono mengklaim perolehan sementara peluang itu yakni 92,86 persen dan bersaing ketat dengan Hutan Amazon. Itu merupakan hasil voting masyarakat internasional yang terpikat dengan kekayaan alam di pulau tersebut, satu di antaranya keberadaan kadal terbesar di dunia, komodo.

Taman Nasional Komodo menjadi satu-satunya nominasi dari Indonesia setelah Danau Toba dan Gunung Krakatau tersisihkan dari kontes New Seven Wonder of Nature.

Banyak yang Ajaib di Dunia Ini

Sebagian juga bisa di searching di internet. Nah, kali ini Xpresi pengen tahu, keajaiban dunia apa yang memikat hati sobeX? Alasannya apa?
Aidina Fitra mengakui Ka’bah sebagai keajaiban dunia yang menarik hatinya.
Menurut mahasiswa IAIN ImamBonjol ini nilai estetika dan sejarah yang dimiliki oleh bangunan yang menjadi kiblat bagi orang muslim ini sangat luar biasa. Hal itu juga diungkapkan Dodi Prananda. Siswa SMAN 1 Padang ini juga menyukai Ka’bah karena nilai historikal dan religius yang dimiliki bangunan ini yang sangat tinggi.

Dini Okta Putri menyukai Menara Eifel loh sobeX. Mahasiswa jurusan gizi ini menuturkan jika dia kagum dengan Eifel. “Kok bisa setinggi itu yah?,” tutur mahasiswa Poltekes Kemenkes RI ini.

Selain itu, Felgi Cicho Fananta juga menyukai Eifel. Selidik punya selidik, selain arsitekturnya yang indah dan menarik perhatian, siswa yang bersekolah di SMAN 1 Lubukbasung ini, menyukai Eifel karena bangunan ini menurut Felgi sangat Romantis. Wah, wah...
Sedangkan Edo Saputra menuturkan jika ia malah menyukai Piramida. Alasannya yang dikemukan karena bagi mahasiswa ATIP ini jika piramida itu banyak menyimpan misterius yang sampai sekarang belum terkuak.

“Selain itu aku juga kagum karena bangunan piramida dibuat tanpa menggunakan bahan perekat. Bangunan tersebut hanya dibuat dengan tangan manusia dengan batu besar yang disusun dengan cara ditumpuk. Sampai sekarang belum diketahui juga siapa yang membuatnya. Banyak ilmuan yang bilang kalau bangunan tersebut dibuat oleh makhluk asing,” beber Edo.

Kalau Betri Wahyu mah lain lagi. Mahasiswa Unand ini sukanya bukan bangunan yang bersejarah sobeX. Tapi cewek yang akrab dipanggil Ibet ini lebih kagum dengan keajaiban dunia yang ada di negeri sendiri. Pulau Komodo menjadi tempat yang menawan bagi Ibet karena unik. Selain itu, menurut Ibet di Pulau Komodo itu menarik karena menjadi tempat pelestarian hewan langkah. Hmm, boleh juga tuh. 
Penuturan Betri ini sama kayak penuturan Yosefintia Sinta. Sinta juga menyukai Pulau Komodo karena menganggap jika itu bagian dari kekayaaan alam Indonesia.

Hmm, itu sih pendapat mereka? Bagaimana dengan sobeX nih. SobeX sukanya keajaiban dunia apa? Kalau Xpresi nih suka semuanya deh, hehehe.

Maradona Resmi Jadi Pelatih Klub Arab

REPUBLIKA.CO.ID,DUBAI - Legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona, resmi dikontrak untuk menjadi pelatih klub Uni Emirat Arab, Al Wasl, untuk masa kontrak dua musim. Demikian pernyataan resmi dalam situs klub tersebut.
Maradona, yang kini berusia 50 tahun, menganggur sejak dipecat dari posisi pelatih timnas Argentina usai kegagalan di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Gol Tangan Tuhan, demikian julukan Maradona, mulai mengarsiteki Al-Wasl pada kompetisi musim depan. ''Maradona mulai melakukan tugasnya pada September nanti,'' kata Vice-Chairman Al Wasl, Marwan Bin Bayat. ''Maradona merupakan salah satu keajaiban dunia. Saya melihatnya sebagai keajaiban dunia yang kedelapan.''
Detail kontrak Maradona akan dibeberkan pada pekan pertama Juni ketika dia pertama kali akan memperkenalkan diri sebagai pelatih Al Wasl. Bin Bayat hanya menyebutkan Maradona akan bekerja dalam konsep promosi dan mekanisme profesional. Mantan kapten Argentina itu juga mendapat tugas untuk meningkatkan standarisasi sepakbola di Uni Emirat Arab.

Gerakan Muslim ''Kos-kosan''

SETELAH 13 tahun reformasi, bangsa ini memiliki musuh dalam selimut, antara lain bahaya tersembunyi dalam bentuk gagasan, usaha, dan aksi-aksi kekerasan yang salah satu tujuannya untuk mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi negara Islam (khilafah Islamiyah).

Kebebasan setelah runtuhnya rezim Orba dimanfaatkan oleh gerakan Islam bercorak Wahabi/ Ikhwanul Muslimin tampil ke publik. Mereka mengepakkan sayap melalui berbagai macam ormas hingga jadi politikus. Keran demokrasi yang telah dibuka mempercepat gerakan mereka seribu langkah ke depan, mengepung istana hingga menyusup ke desa-desa. Organisasi keagamaan NU dan Muhammadiyah juga tak luput dari penyusupan oleh kelompok ini.  

Di antara mereka seringkali tampil terang-terangan di jalanan sehingga fundamentalnya mudah dibaca khalayak. Identitas dan simbol yang mereka pakai sama persis dengan Islam di Timur Tengah. Perilaku mereka, seperti gampang mengafirkan orang, arogan, senang aksi kekerasan, menganggap sesat kelompok Islam lain dan tak mengakui keberadaan agama lain di negeri ini, mirip dengan gerakan Wahabi di jazirah Arab.

Islam fundamental yang mereka usung berbeda bendera, tak sama strateginya, tapi setidaknya ada kesamaan pencapaian, yakni negara Islam. Gerakan mereka ada yang menggunakan jalur diplomatik, tapi ujung-ujungnya adalah bagaimana membenamkan Pancasila dan UUD 45.

Mereka seperti bermuka dua, di hadapan publik mengakui dua dasar negara itu dan menjunjung tinggi NKRI, tapi di hadapan kelompoknya sendiri dasar negara sudah dianggap piagam kuno yang usang, tak mengakui beragaman dan keberagamaan. Dalam artian, ideologi mereka bukan lagi Pancasila melainkan menggunakan Islam sebagai ideologi.
Di antara yang mungkin paling fundamental adalah kelompok yang melakukan aksi teror bom. Gembong teroris Dr Azahari dan Noordin M Top bukan orang Indonesia. Mereka kebetulan muslim yang ”kos” di negara ini. Namanya saja pendatang jadi tak ada beban membuat ulah di negara lain.

Keberadaan muslim kos-kosan ini banyak memengaruhi sebagian generasi bangsa ini yang kemudian menjadi kaki tangannya. Entah berapa kelompok yang dihasilkan oleh jaringan mereka, yang jelas keberadaan mereka tetap eksis hingga kini.          

Puluhan abad Islam dianut di Nusantara ini, lebih menekankan pada toleransi dan menjunjung tinggi kearifan lokal. Di antara pendiri bangsa ini juga orang Islam, salah satunya KH Wahid Hasyim, putra dari pendiri NU KH Hasyim As’yari, dengan lapang dada dan berani mengakui adanya agama-agama lain selain Islam dianut oleh saudara-saudara sebangsa dan setanah air.

Kearifan Lokal

Para ulama juga telah sepakat bahwa Indonesia adalah darussalam (negeri yang damai). Indonesia bukan negara sekuler bukan juga negara agama melainkan negara beragama. Siapapun berhak tinggal di negeri ini asalkan tetap berpegang pada Pancasila dan UUD 1945. 

Sebagian generasi muda telah terkontaminasi gerakan fundamental, mereka kuliah di Timur Tengah yang kebetulan mendapatkan sponsor beasiswa dari kelompok Wahabi, setelah kembali ke Tanah Air mereka mengusung gerakan yang sama seperti negara-negara jazirah Arab sana. Dahulu para kiai, seperti KH Dalhar Watucongol, juga belajar di Timur Tengah, ketika pulang ke Tanah Air tetap menjunjung tingi kearifan lokal.

Guru bangsa KH Abdurahman Wahid juga mengenyam pendidikan di Kairo, Mesir dan Bagdad Irak, ketika pulang ke Tanah Air justru menjadi pejuang humanisme. Ajaran Islam yang didapat di sana, tak di-copy-paste begitu saja oleh Gus Dur. Islam dan kearifan lokal diramu untuk sebuah misi perdamaian dunia. 

Sebenarnya, gerakan politik Wahabi bertentangan dengan semangat Islam sendiri. Tabiatnya yang keras, suka memvonis musyrik, kafir, dan murtad terhadap sesama muslim, serta aksi-aksi destruktif yang gemar mereka peragakan adalah bukti bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap keutuhan bangsa. Kegemaran mengkafirkan sesama muslim jelas bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad SAW,” Siapa pun yang menuduh saudaranya yang muslim sebagai kafir, dia sendiri adalah kafir.”

Dasar negara Pancasila dan UUD 1945 adalah adalah harga mati, jika memilih hidup di Indonesia harus menghormati NKRI. Seluruh stakeholder bangsa ini harus bersama-sama berada di barisan terdepan membentengi keutuhan bangsa ini. Melakukan penyadaran masyarakat, bahwa gerakan fundamental yang diusung muslim kos-kosan menjadi bahaya laten negeri ini.

Aburizal Serukan Lawan Ajaran Sesat dan Ekstrim

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengajak segenap umat Islam, khususnya jajaran Majelis Dakwah Islamiyah, untuk bersatu melawan kelompok agama yang ekstrim dan sesat.

"Partai Golkar akan berada di garis terdepan untuk menghadapi gerakan apapun yang merongrong ideologi Pancasila, seperti Negara Islam Indonesia (NII)," tegasnya ketika membuka Muktamar VII Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) di Jakarta, Kamis (12/5).

Sebagai partai yang lahir dari situasi kritis pada saat ada upaya mengganti Ideologi Pancasila pada waktu itu, demikian Ical, Partai Golkar akan menunjukkan jati dirinya saat ideologi negara tersebut terancam.

Sejumlah tokoh hadir pada Pembukaan Muktamar tersebut, termasuk Ketua Umum DPP MDI Deding Ishak, dan Sekjennya, Hasanuddin Mochdar, Ketua DPP Golkar Hajriyanto Tohari serta Rambe Kamarulzaman, juga sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR.

Mengenai MDI -selaku salah satu organ partai di bidang kerohanian-, Ical mengingatkan, siapapun ketua umum terpilih pada muktamar, harus mampu menjadikan organisasi ini sebagai benteng perlawanan terhadap ajaran ekstrim dan sesat.

"Jadi, muktamar kali ini bukan hanya membicarakan siapa ketua umum terpilih, tapi apa programnya yang bermanfaat bagi umat, bangsa dan negara serta Partai Golkar," tandasnya.

Ia kemudian menyentil kembali masalah di seputar perongrongan ideologi negara. "Bagi Golkar sudah jelas, bahwa Pancasila adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, apapun alasannya," katanya.

Karena itu, ia atas nama partai berlambang pohon beringin ini mendesak pemerintah untuk tegas menindak gerakan-gerakan yang menyimpang dari ideologi Pancasila.

Sejalan dengan tema muktamar yang mengetengahkan amar makruf nahi munkar', Ical juga mengajak seluruh jajaran MDI menegakkan ajakan untuk berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran tersebut.

"Sebagai partai yang menjadikan Pancasila selaku ideologi, Partai Golkar menganggap agama sebagai prinsip, yang merupakan landasan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Pelopori Pendidikan Pancasila Ical menambahkan, dengan berpedoman kepada Pancasila, ada jaminan dari negara untuk menjalankan agamanya masing-masing.

"Kehidupan agama akan harmonis dan jangan ada konflik antaragama," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ical juga menegaskan, Golkar menentang ajaran ekstrim, baik kiri maupun kanan. "Makanya dalam konteks mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila ini, saya telah memerintahkan Fraksi Partai Golkar (FPG) di DPR untuk menolak memasukkan mata pelajaran Pancasila hanya sebagai bagian dari Pendidikan Kewarganegaraan," tegasnya.

Partai Golkar, lanjutnya, harus memelopori mata pelajaran Pancasila harus kembali diajarkan secara tersendiri. Senada dengan itu, Ketua Umum DPP MDI Deding Ishak juga menjelaskan, MDI menentang radikalisme, ekstrimisme dan terorisme.

"Sebab tindakan ini bertentangan dengan prinsip dasar ajaran Islam dan memberikan dampak buruk terhadap umat Islam," katanya.

Dia juga menegaskan, radikalime, ekstrimisme dan terorisme merupakan tantangan dakwah. "Selain perlunya memberikan pemahaman yang benar, dakwah juga harus disesuaikan dengan realita dan perkembangan masyarakat. Tegasnya, dakwah harus diarahkan pada pemberdayaan umat dan pengembangan masyarakat Islam," ujarnya.

Sementara itu, bursa calon ketua umum belum begitu mengemuka dalam arena muktamar kali ini. Ketua Umum MDI Deding Ishak masih diusulkan oleh sebagian besar pengurus daerah untuk melanjutkan pengabdiannya pada periode kedua.

"Daerah-daerah masih bulat mendukung Pak Deding untuk kembali memimpin MDI," ujar seorang pengurus dari DPD MDI Jawa Barat.

Bom Mengecil Setelah Didanai Dalam Negeri

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengamat terorisme, Wawan Purwanto, menengarai aksi teror bom kini dibiayai donatur dalam negeri. Setelah Usamah bin Ladin tewas, aliran dana dari luar negeri semakin seret. Walhasil, aksi teror bom terus mengecil. "Bomnya kecil-kecil, menyesuaikan kondisi keuangan," kata Wawan dalam diskusi Kaukus Muda Indonesia bertajuk "Membongkar Terorisme di Indonesia" di Hotel Maharaja, Senin, 23 Mei 2011.

Wawan memberi contoh bom buku di Jakarta. Menurut dia, bom itu cuma perlu dana Rp 300 ribu untuk mendapatkan bahan-bahan dan merakitnya. Begitu pula bom di Mapolres Cirebon. "Sejuta rupiah saja cukup," kata Wawan.

Mantan Mantiqi III Negara Islam Indonesia (NII) Nasir Abbas mengatakan Usamah dulu memang menyumbang banyak untuk kelompok teroris di mana-mana, termasuk Indonesia. Hambali, pelaku Bom Bali II, disebutnya sebagai orang yang berhubungan dengan Usamah untuk membawa uang itu masuk ke Indonesia.

Nasir menguraikan, teroris Indonesia kini kebanyakan mengikuti paham taqfiriyah alias pengkafiran terhadap musuhnya. "Kalau orang sudah kafir, halal darah dan hartanya, termasuk pemerintah dan polisi," kata Nasir Abbas.

Para pengebom belakangan ini bukan lagi orang yang mendapat pendidikan formal di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan seperti Nasir, Mukhlas, dan Hambali. Misalnya, Pepi dan kawan-kawannya yang menjadi dalang di balik bom buku dan bom pipa dekat Gereja Christ Cathedral. "Mereka tidak terorganisir dengan baik. Yang penting sudah berbuat," kata Wawan. "Bomnya, meskipun meledak, tapi tidak rapi."

Pemerintah diminta tegas atas NII

Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) akhir prkan lalu, yang juga secara aklamasi memilihnya kembali sebagai Ketua Umum DPP periode 2011-2016.

Dari 30 DPD I, 28 di antaranya secara eksplisit meminta Deding Ishak untuk kembali memimpin, sehingga anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) di DPR ini ditetapkan lagi sebagai pemimpin ormas yang didirikan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Karena hampir seluruh DPD menghendaki dirinya dipilih lagi, Deding Ishak yang bergelar doktor ilmu hukum ini akhirnya ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua umum.

Ia didampingi Wakil Ketua Umum, Hasanuddin Mochdar, Sekjen Gunawan Hidayat dan Bendahara Umum Riyani Sudirman.

Dalam pidatonya, Deding Ishak mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan daerah-daerah, dan berjanji akan lebih mengefektifkan MDI sebagai organisasi dakwah, sebagaimana dikehendaki sejumlah pengurus daerah.

"Pengurus baru tentu akan berikhtiar untuk mencapai hasil yang optimal. Dan sebagai organisasi dakwah, MDI memiliki tugas untuk membina umat Islam dengan karakter atau ciri khas dakwah pembangunan," tegasnya.

Tetapi, menurutnya, agenda utama organisasinya saat ini, ialah, rekonstruksi dan revitalisasi gerakan dakwah yang tercakup dalam Tri Dimensi Dakwah MDI.

"Yaitu 'dakwah diniyyah, dakwah wathoniyah' dan 'dakwah insaniyah'," pungkas Deding Ishak.

DPN MPI Berikan Kain Sarung kepada Siswa Yayasan Tarbiyah Islamiyah Perbaungan

Perbaungan, (Analisa)
Untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional tahun 2011, Dewan Pimpinan Nasional Masyarakat Pancasila Indonesia ((DPN MPI) melalui Bidang Kaderisasi Drs H Zainal Arifin menyerahkan bantuan 100 kain sarung kepada santri dan santriwati yatim
piatu yang bersekolah di Madrasyah Tarbiyah Islamiyah Kampung Tempel Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (3/5) sore.
Penyerahan itu diterima Kepala Madrasyah Hj.Wajha Nasution yang disaksikan Ketua Yayasan Afwan Halim MA dan para dewan guru. Turut hadir dalam penyerahan bantuan itu Camat Perbaungan Drs.Akmal, Sekcam Perbaungan Parmin,Lurah Simpang Tiga Pekan M.Nurdin serta para wartawan.
Drs.Zainal Arifin mengatakan, bantuan itu merupakan program Ketua Umum DPN-MPI Maher Ban Shah yang juga telah dilaksanakan kepada warga di Kota Medan.
Jadi karena mengenang saya pernah menjadi camat di Kecamatan Perbaungan dan juga saat ini masih menjabat sebagai Asisten I Tatapraja Setdakab Serdang Bedagai sehingga saya berfikir alangkah baiknya bila di Kecamatan Perbaungan juga bisa diberikan bantuan kain sarung, kata Zainal.
Mendengar saran itu,kata Zainal Arifin Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Maher Ban Shah yang akrab disapa Kemek seorang pemimpin yang sangat peduli untuk memberikan bantuan kepada orang miskin langsung menanggapinya dan memerintahkan kepada saya untuk melaksanakannya.
Dia menjelaskan pemberian kain sarung itu tidak ada mengandung unsur politis dan ini murni atas kepedulian Ketua Umum DPN MPI. Selain itu DPN MPI juga memprogramkan akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang berada pesisir pantai Kabupaten Serdang Bedagai seperti di Kecamatan Tanjung Beringin,Pantai Cermin, Bandar Khalifah dan Teluk Mengkudu.
Sebelumnya Camat Perbaungan Drs.Akmal dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sebagai Camat di Perbaungan sangat berbangga hati dan mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum DPN MPI Maher Ban Shah yang sangat punya kepedulian untuk memberikan bantuan kain sarung kepada para siswa/siswi di sekolah Yayasan Tarbiyah Islamiyah yang berada di Kampung Tempel ini.
Untuk itu dirinya Akmal menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada DPN MPI yang begitu peduli terhadap penderitaan orang miskin. Mudah mudahan apa yang diperbuat oleh Ketua Umum DPN MPI Bapak Maher Ban Syah mendapat pahala dari Allah SWT.
Pada kesempatan itu Kepala Madrasah Tarbiyah Islamiyah Hj.Najha Nasution didampingi Ketua Yayasan Afwan Halim MA mengatakan sangat berterimakasih kepada DPN MPI yang telah memberikan bantuan sarung kepada para siswa/siswi yang belajar di sekolah ini. Untuk itu, kata Najwa, mereka akan memberikannya kepada para siswa yang tergolong miskin dan yatim piatu.

IPHI siap jadi perekat ukhuwah Islamiyah

TOBASA – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, menyatakan kesiapan berperan aktif sebagai perekat hubungan sesama umat muslim atau ukhuwah Islamiyah di daerah tersebut.

“IPHI Toba Samosir sebagai wadah silaturahim, menampung aspirasi masyarakat yang peduli terhadap persoalan sosial kemasyarakatan terkait peningkatan ukhuwah Islamiyah,” kata Sekretaris IPHI Toba Samosir, Arief Subairi.

Persatuan atau ukhuwah menjadi penting diperkuat sebagai perekat bagi umat Islam, agar tidak mudah tersulut berbagai persoalan yang berdampak merugikan. Sebab, jika umat Islam bersatu, segala permasalahan akan dapat diselesaikan dengan baik.

Menurut dia, segenap pengurus IPHI Toba Samosir akan senantiasa melakukan silaturahmi berkelanjutan, sehingga organisasi tersebut memberi manfaat besar terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dalam artian menjadi perekat bagi sesama umat.

“IPHI yang terbentuk di kabupaten Tobasa akan berupaya memberikan hal yang bermanfaat, dengan lebih memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

H Arief, yang juga menjadi Bendahara MUI Toba Samosir menambahkan, cukup banyak peran dan fungsi yang dapat dijalankan atau dikembangkan IPHI, termasuk membantu pemerintah memberikan penerangan kepada masyarakat tentang ibadah haji melalui pelaksanaan bimbingan dan manasik.

Dikatakannya, di pundak para pengurus dan segenap anggota IPHI Tobasa, terpikul beban berat dan sekaligus mulia, untuk menjadikan organisasi tersebut mampu mencapai tujuan dengan tetap eksis dan dibutuhkan masyarakat serta pemerintah.

Wahdah Islamiyah Dakwah Keliling di 17 Kota di Indonesia

Wahdah Islamiyah mengutus Puluhan Dai Perintis dalam program Dakwah Keliling di 17 Kota di Indonesia. Ke-17 kota tersebut adalah Surabaya, Semarang, Padang, Bali, Banjarmasin, Pontianak, Tanjung Pinang Kepulauan Riau, Mataram, Serang Banten, Manado, Kotamobagu Sulut, Morowali Sulteng, Wakatobi Sultra, Banggai Kepulauan, Buton, Sorong dan Manokwari.

Menurut Ketua Departemen Pengembangan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Ustadz Iskandar Kato, dai senior yang dikirim ini akan bertugas untuk merintis daerah tujuannya menjadi cabang Wahdah Islamiyah selama 3 bulan lamanya. Pengiriman dai ini dilakukan secara bergantian dalam beberapa tim pemberangkatan. Satu Tim berjumlah 2-4 Orang. Setelah masa perintisan, akan diutus lagi dai tetap alumni dari Ma’had ‘Aly al Wahdah (Stiba) dan Alumni dari Program Diklat Dai Wahdah.

Pemberangkatan gelombang pertama dilepas secara resmi oleh Wakil Ketua Umum DPP WI Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul  Jalil, Lc, Selasa, 17 Mei 2011 di Lantai II Masjid Kantor Pusat Wahdah Jl.Antang Raya Makassar, ditandai dengan penyerahan secara simbolis Surat Tugas dan perlengkapan Administrasi lainnya kepada salah satu Dai yang bertugas ke Bali, Ustadz Hisbullah Mahdin.

Dalam sambutannya Via telepon  dari Jakarta, Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA mengucapkan selamat kepada parai Dai yang diutus dan kepada para Asatidzah karena hal ini merupakan catatan  sejarah tersendiri bagi Wahdah Islamiyah . “Pelepasan Dai ini bukan sekedar acara seremonial, akan tetapi untuk suatu tujuan besar, suatu upaya sungguh untuk menyebarkan Islam, inilah jalan kemulian, inilah jalan kemenangan,” ujar Ustadz.

Di Akhir tausiahnya, Ketua Umum DPP WI berpesan satu kata yakni, konsisten. Program ini merupakan suatu terobosan dalam dakwah. Tantangan,  rintangan, ujian dan cobaan adalah suatu keniscayaan. Olehnya diperlukan Konsistensi yakni kesungguhan, pengorbanan dan kesabaran. “Banyaknya kegiatan bukan halangan untuk berhasil, mujahadah kita tidak akan sia-sia, kita yakin kita bisa Insya Allah,” tegas ustadz menyemangatkan.

Sebelum acara pelepasan, digelar  pembekalan para Dai dengan pemaparan tentang wawasan daerah, seni interaksi dan Program Dirosa, Sistem pembelajaran  Al Quran bagi orang Dewasa.